Kamis, 05 Maret 2020

MARKET DAY SEBAGAI PENERAPAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI SD UNGGULAN AISYIYAH BANTUL


(SITI ‘AINURROHMAH, M.Pd.)

Pada era modern ini setiap manusia harus mampu bersaing agar dapat bertahan hidup dan mencapai kesuksesan. Fakta yang terjadi saat ini banyak tenaga kerja Indonesia yang tidak mampu bersaing mendapatkan lapangan pekerjaan pada sektor formal. Sementara masyarakat belum memiliki cukup keterampilan untuk menciptakan usaha ekonomi secara mandiri. Selain itu, pengangguran dan kemiskinan merupakan masalah yang viral di negeri ini yang belum kunjung terselesaikan.


Berdasarkan isu tersebut, lembaga pendidikan harus mampu berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan persaingan di era modern ini. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah dengan melaksanakan pendidikan yang berorientasi pada jiwa entrepreneurship atau kewirausahaan. RaymondKao dalam Wardhana (2013: 13) menjelaskan konsep dasar kewirausahaan adalah suatu proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yag lain(inovasi), yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan individu dan nilai tambah bagimasyarakat. Seorang wirausahawan memiliki sifat-sifat yang sangat bermanfaat untuk mencapai kesuksesan, diantaranya percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil resiko, berjiwa pemimpin, serta berorientasi pada masa depan.

SD Unggulan Aisyiyah Bantul sebagai lembaga pendidikan turut andil dalam menyiapkan generasi masa depan berjiwa enterpreneurship. Pendidikan kewirausahaan perlu dikembangkan sejak SD agar nilai-nilai karakter kewirausahaan dapat tertanam sejak dini. Pendidik adalah agen of change yang diharapkan mampu menanamkan jiwa kewirausahaan pada diri peserta didik sehingga mampu menciptakan generasi mendatang yang mampu bersaing menghadapi tantangan zaman.

Pelaksanaan kegiatan kewirausahaan di SD Unggulan Aisyiyah Bantul diwujudkan dalam kegiatan market day. Market day merupakan kegiatan jual beli yang dilaksanakan oleh siswa kelas I sampai kelas VI. Pada kegiatan ini, siswa berjualan sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh guru kelas masing-masing. Sementara siswa lain dapat membeli makanan atau barang yang dijual oleh temannya. Tugas guru hanya mengarahkan siswa berdagang untuk mengukur sejauh mana mereka mampu berjual beli dengan cara yang baik dan benar.

Kegiatan market day ini tidak semata-mata berorientasi pada untung dan rugi, namun yang paling penting adalah untuk menumbuhkan potensi dan keterampilan siswa dalam berwirausaha. Hal ini dapat menjadi modal dan bekal siswa kedepannya menjadi pribadi muslim yang tangguh, mandiri, dan terampil berwirausaha.

Berbagai karakter siswa juga dapat ditumbuhkan dari kegiatan market day ini. Diantaranya karakter jujur, mandiri, kreatif, bekerja keras, pantang menyerah, teliti dan gotong-royong.
a.       Karakter jujur
Karakter jujur tampak dari proses jual beli yang dilaksanakan siswa. Kejujuran dapat terbentuk saat siswa mengambil barang dagangan dan melaksanakan pembayaran.
b.      Karakter mandiri dan kreatif
Karakter mandiri dan kreatif dapat terbentuk karena siswa diberi kebebasan untuk mempersiapkan, memilih, dan menjajakan barang dagangannya.
c.       Karakter kerja keras dan pantang menyerah
Karakter kerja keras dan pantang menyerah diasah saat siswa menawarkan atau memasarkan barang dagangannya sampai habis terjual.
d.      Karakter teliti
Karakter teliti tumbuh saat anak-anak dituntut untuk bisa menghitung uang kembalian dari barang yang dijual serta seluruh uang yang diperoleh dari penjualan.

Melalui kegiatan market day ini, diharapkan sekolah dapat memberikan kontribusi kepada negara untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di era global. Selanjutnya dapat terwujud Negara Indonesia yang sejahtera dalam bidang ekonomi.

4 komentar: