Jumat, 20 November 2020

REFLEKSI MILAD MUHAMMADIYAH KE-108 DAN HARI GURU KELUARGA BESAR AMAL USAHA AISYIYAH KABUPATEN BANTUL (TK-SD-SMP UNGGULAN AISYIYAH BANTUL)

         Perayaaan Milad Muhammadiyah ke-108 kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, keluarga besar Amal Usaha Aisyiyah Kabipaten Bantul turut memperingati Milad Muhammadiyah ke-108 dengan mengadakan refleksi yang dihadiri oleh Bapak H. Hadjam Murusdi, SU selaku Penasehat, Ibu Hj. dr. Siti Cholimah beserta segenap jajaran Pengurus Aisyiyah Kabupaten Bantul. Milad Muhammadiyah tahun ini mengusung tema “Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri.”

        Refleksi Milad Muhammadiyah dilaksanakan pada Rabu, 18 November pukul 09.00 hingga pukul 11.00 dengan menghadirkan Ust. H. Purwono, M.Ag sebagai pembicara. Salah satu pesan beliau yaitu dedikasi dan keikhlasan dalam berjuang di amal usaha Muhammadiyah. Ikhlas merupakan kunci utama dalam berjuang di persyarikatan sehingga Muhammadiyah dapat eksis selama 108 tahun. Lembaga pendidikan, kesehatan dan semua jenis amal usaha persyarikatan dipersembahkan untuk memajukan segala aspek kehidupan di Indonesia.

        Hingga saat ini Muhammadiyah telah berkembang di seluruh pelosok negeri hingga mancanegara. Hal ini merupakan bukti bahwa Muhammadiyah dapat diterima di semua kalangan masyararakat.  Amal usaha Muhammadiyah tersebar hingga pelosok pelosok wilayah Indonesia, di bidang pendidikan dasar dan menengah terdapat lebih dari 7.650 sekolah dan madrasah, di bidang pendidikan tinggi Muhammadiyah memiliki lebih dari 170 universitas, sekolah tinggi, institut, dan akademi. Dalam bidang pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat , Muhammadiyah memiliki lebih dari 450 rumah sakit dan klinik kesehatan di seluruh Indonesia. Semoga di usia yang ke 108 tahun ini Muhammadiyah dapat terus berkembang dengan semangat juang dan nasionalisme yang dimiliki KH. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Persyarikatan Muhammadiyah.

 


Selasa, 17 November 2020

KEGIATAN BIAS DITENGAH PANDEMI

 

       BIAS adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang diadakan 2 kali dalam setahun yaitu bulan Agustus dan dan Bulan November yang dilakukan secara serentak di seluruh kota di Indonesia. Kegiatan BIAS tahap II dilaksanakan hari rabu dan kamis pekan lalu (11-12 November 2020). Adapun sasarannya ditujukan untuk:

ü  Siswa kelas 1: Imunisasi Dt (difteri tetanus)

ü  Siswa kelas 2 dan 5: Imunisasi Td (tetanus dan difteri)

        Imunisasi merupakan proses untuk membuat seseorang kebal terhadap suatu penyakit. Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit tersebut.

       Pelaksanaan kegiatan BIAS di SD Unggulan Aisyiyah Bantul dilaksanakan dengan protokol Kesehatan. Sebelum memasuki area sekolah siswa dan wali yang mengantarkan diminta untuk cuci tangan terlebih dahulu, kemudian cek suhu tubuh. Tak lupa menggunakan masker dari rumah. Selain itu wali yang mengantarkan anaknya juga wajib screening terlebih dahulu.



         Alhamdulillah antusias wali siswa dalam mensukseskan progam ini sangat baik, dengan banyaknya siswa yang diperbolehkan untuk mendapatkan imunisasi Dt dan Td pada kegiatan BIAS ini. Terima kasih kami ucapkan kepada para petugas Puskesmas Bantul ll yang telah bersabar dan berbagi pengetahuan pada pelaksanaan BIAS ini.




Senin, 16 November 2020

SDUA Bantul Raih Prestasi Tingkat Nasional Gebyar Gema Pertiwi Pelajar Pancasila 2020

 

       Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud telah menggelar Gebyar Gema Pertiwi Pelajar Pancasila Sekolah Dasar Tahun 2020. Kegiatan ini digelar sebagai salah satu upaya membentuk profil pelajar pancasila yang kreatif, mandiri, berpikir kritis, bergotong royong, beriman, bertakwa, dan berkebhinekaan global.

      Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menjelaskan untuk terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter.  Para siswa yang akan menjadi calon-calon pemimpin masa depan perlu dibekali dengan kompetensi dan karakter yang berakar pada falsafah dan ideologi bangsa. “Semangat Merdeka Belajar yang diajarkan Ki Hajar Dewantara mendorong pembelajaran yang relevan dan bermakna yang berfokus pada kebutuhan siswa,” tuturnya saat memberikan sambutan secara virtual. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen Paudasmen), Kemendikbud turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.

            Dalam event ini, SD Unggulan Aisyiyah Bantul mengirimkan 2 karya yaitu video kategori Video Klip Lagu dan Video STEM (Science Technology Engineering Mathematics). Pengiriman karya dikumpulkan mulai tanggal 20 Oktober 2020. Kemudian pengumuman nominasi 10 November 2020 melalui live virtual dengan Host Choky Sitohang yang menghadirkan bapak Nadiem Anwar Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan). Video yang dikirimkan mendapatkan penghargaan sebagai Video terbaik pertama kategori Video Klip Lagu dan terbaik ketiga kategori video STEM. Sebuah prestasi yang luar biasa mengingat event ini diikuti oleh berbagai sekolah dasar di seluruh Indonesia dengan 213 video yang telah dikirimkan ke panitia penyelenggara. Pencapaian yang patut disyukuri setelah kerja keras selama 2 minggu mulai dari pembuatan konsep, pengambilan video hingga editing. Sebuah kerja sama tim yang luar biasa dengan waktu yang terbatas, meskipun demikian tidak boleh cepat puas dan harus terus belajar untuk selalu menjadi lebih baik.






Sabtu, 14 November 2020

SOSIALISASI NAPZA DAN TATA TERTIB BERLALU LINTAS



      Salah satu penguatan pendidikan karakter SDUA yaitu melalui Sosialisasi Napza dan Tata Tertib berlalu lintas. Tujuan dari kegiatan sosialisasi yaitu agar para alumni SDUA kelak bisa bebas dari narkoba, menjadikan anak yang sholih sholihah, bisa membawa nama baik agama, sekolah, keluarga, serta tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas. Selain itu juga harapan dari kegiatan sosialisasi yaitu menjadikan anak-anak yang mampu unggul, terbebas dari narkoba serta paham bagaimana cara berlalu lintas dengan baik.

     Kegiatan sosialisasi Napza dan Tata Tertib lalu lintas ini laksanakan melalui zoom meeting untuk mengantisipasi penyebaran virus yang semakin meluas. Peserta kegiatan sosialisasi ini ditujukan untuk siswa siswi kelas VI beserta bapak ibu wali siswa. Acara berlangsung pada hari jum’at (13/11) selama kurang lebih 2 jam mulai pukul 15.30 -17.30 WIB yang disampaikan oleh Bapak Iptu Sudiasih selaku KBO Sat Binmas Polres Bantul. Beliau menyampaikan sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya narkoba di kalangan pelajar.

Selain itu juga beliau menyampaikan peran orangtua di rumah dalam mendampingi anak-anak di rumah yaitu: 

1.      Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan

2.      Keteladanan dari ortu

3.     Menciptakan keluarga yang harmonis

    Selain memberikan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, bapak Iptu Sudiasih juga menyampaikan tentang disiplin berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Acara yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut dapat berlangsung deengan lancar dan seluruh materi dapat tersampaikan dengan baik, hal ini terbukti dari antusiasme para siswa yang mengikuti acara tersebut. 

 

 

Rabu, 11 November 2020

DENGAN PROTOKOL KESEHATAN, APEL PERINGATAN HARI PAHLAWAN BERLANGSUNG KHIDMAT

 



SD Unggulan ‘Aisyiyah bantul melaksanakan apel pagi dalam rangka peringatan Hari Pahlawan Tahun 2020 di Halaman SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul, Selasa (10/11). Apel pagi diikuti oleh seluruh guru dan karyawan dengan protokol kesehatan covid-19. Seluruh peserta apel mengenakan masker dan tetap jaga jarak. Meskipun dalam kondisi seperti ini, apel peringatan Hari Pahlawan berlangsung secara khidmat.




            Apel peringatan Hari Pahlawan dimulai pukul 08.00 dengan Pembina apel Drs. Edy Sutrisno, M.Pd. Kabid SD Disdikpora Kab. Bantul. Dalam moment ini beliau menyampaikan agar semangat kepahlawanan selalu dimiliki oleh setiap individu, selaras dengan tema Hari Pahlawan 10 November 2020 yaitu “Pahlawanku Sepanjang Masa”.



            Jika dahulu para pejuang dapat merebut dan mempertahankan kemerdekaan meskipun hanya bermodalkan bambu runcing, maka tidak ada alasan bagi generasi muda untuk berdiam diri. Keterbatasan bukanlah halangan untuk tetap berkarya memberikan yang terbaik sesuai bidang masin-masing. Dengan semangat pahlawan dalam diri, mari berikan yang terbaik untuk Indonesia yang lebih baik.  Setiap orang dapat menjadi pahlawan dengan turut serta mengisi kemerdekaan dengan karya positif yang bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara. Selamat Hari Pahlawan, Pahlawanku Sepanjang Masa.


Selasa, 20 Oktober 2020

Mendidik Kids Zaman Now

Pendidikan hakekatnya salah satu proses untuk memfasilitasi pembelajaran, akuisisi, pengetahuan, ketrampilan, kepercayaan, dan kebiasaan individu. Pendidikan diharapkan mampu membantu individu menghadapi tantangan hidup di masa depan. Apalagi mendidik anak-anak pada masa kini, mempunyai tantangan tersendiri. Dengan lahirnya “kids zaman now” menuntut guru harus lebih kreatif dan inovatif lagi agar tidak tertinggal dengan generasi muda masa kini.

Istilah “kids zaman now” mungkin tak  asing di telinga kita. Entah siapa yang mulai mempopulerkannya. Istilah ini banyak disebut di berbagai media sosial. Dengan mencampur bahasa Inggris dan Indonesia frase “kids zaman now” menjadi unik. Keunikan ini menjadikannya populer di kalangan generasi muda. Generasi ini memang terkesan suka latah. Istilah yang unik sering disebut di berbagai kesempatan.

Kidz zaman now digambarkan sebagai generasi yang terlalu cepat dewasa, terlalu cepat berdandan, terlalu cepat bergaul, bahkan sudah mengenal istilah pacaran. Walaupun dalam kenyatannya, tidak semua anak berperilaku sebagai “kids zaman now”. Masih ada sebagian anak yang berperilaku baik dan wajar. Namun yang dikhawatirkan, anak-anak tersebut akan ikut terkontaminasi.

Ini adalah tantangan besar para pendidik di Indonesia.Anak-anak tersebut adalah generasi penerus negeri ini. Apa jadinya masa depan bangsa jika mayoritas generasi muda disibukkan dengan hal-hal yang kurang berfaedah bahkan menjerumuskan mereka dalam kerusakan.

Maka, dunia pendidikan memiliki peranan penting untuk memanifestasikan hal ini. Karena generasi muda saat ini tentu berbeda dengan generasi masa lalu. Generasi ini lahir di zaman kemajuan teknologi informasi. Gadged dan berbagai kemudahan berbasis aplikasi tak lepas dari tangan mereka. Lantas, apakah cara mendidik mereka dengan cara dididik zaman dulu? Tentu saja berbeda dengan kita. Cara mendidiknya pun tentu berbeda.

Menjadi pendidik atau guru bagi mereka, tentu saja harus bisa ikut merubah pola pikir dan sudut pandang. Pertama adalah merubah cara berkomunikasi dengan mereka. Tidak perlu terlalu banyak menasehati, namun berdiskusi secara asyik sebagai sahabat anak, sehingga anak nyaman bersama gurunya.

Ciptakan suasana pembelajaran yang tidak membosankan. Seperti menurut Ki Hajar Dewantara, “jadikan Semua Tempat itu Kelas dan Semua Orang itu Guru”, sehingga belajar tidak hanya terpaku di ruang kelas. Pendidikan karakter lebih diutamakan, lewat contoh dan melalui kegiatan yang membiasakan siswa mengarah pada “olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga”. Guru wajib memberikan pembiasan-pembiasaan positif pada siswa di lingkungan sekolah. Tak hanya lingkungan sekolah tapi juga lingkungan sekitarnya.

Kedua dituntut untuk selalu update dengan beragam teknologi terutama media sosial yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Selanjutnya, tingkatkan komunikasi dengan keluarga, karena bagaimanapun Pendidikan seorang anak berawal dari keluarga, sehingga dengan komunikasi yang baik, bisa satu visi dalam mendidik anak. Pahami juga lingkungan dan masyarakat dimana anak tinggal.

Ketiga, yang paling fundamental yaitu menanamkan nilai-nilai keimanan yang menjadi dasar dalam menjalankan aktivitas kehidupan. Ingatkan selalu bahwa setiap apa yang kita lakukan selalu akan diminta pertanggungjawaban dan selalu ada konsekuensi dari setiap pilihan-pilihan. Sibukan kembali siswa dengan aktivitas keagamaan. Kita cetak IMUN dengan IMAN. Kita bekali siswa iman yang kuat dengan aktivitas keagamaan, sehingga mereka memiliki imun yang kuat dari berbagai serangan.

Kita para pendidik tentunya berharap, generasi muda kita memiliki daya saing tinggi di masa depan. Disaat persaingan global semakin terasa, kita berharap generasi muda mampu memenangkannya. Jangan sampai kita menjadi tamu negeri sendiri.

Selasa, 06 Oktober 2020

Bagaimana Supaya Anak-Anakku Belajar dengan Gembira?

 

Oleh : Elfi Baroroh, S.Si

            Menjadi seorang guru adalah salah satu cita-cita di antara sekian cita-cita yang sempat terbersit dalam benak. Berbekal ilmu murni non pendidikan di universitas tertua, dikabulkanlah diri ini menjadi guru di SD Unggulan Aisyiyah Bantul. Sebagai rasa syukur diri, maka diri ini selalu belajar bagaimana menjadi seorang guru. Belajar dari lingkungan, dari orang tua, dari teman, dari siapa pun yang dijumpai, dan juga belajar secara formal tentang ilmu pendidikan.

Satu pertanyaan yang selalu melekat adalah bagaimana supaya anak-anakku belajar dengan gembira? Orang tua akan senang dan bahagia ketika di rumah bisa mendengarkan pengalaman-pengalaman menarik yang dijumpai buah hatinya di sekolah. Hal inilah yang mendorong saya berusaha menggembirakan anak-anak dalam belajar. Mulai pagi hari berjumpa dengan anak-anak, selalu saya tanyakan apa kabar mereka, apakah mereka sudah sarapan pagi sehingga mereka punya cukup energi untuk aktivitas belajar, sudahkah mereka shalat subuh sehingga mereka terbiasa menjalankan rukun Islam, sudahkah mereka wudu sebelum berangkat ke sekolah sehingga Allah dan malaikat-Nya akan menjaga mereka, sudahkah mereka pamit pada orang tua sehingga mereka akan mendapatkan restu, sudahkah mereka berdoa saat  bangun tidur sehingga mereka terbiasa berterima kasih pada Allah karena sudah dibangkitkan kembali dari mati kecil, sudahkah mereka berdoa saat akan berangkat ke sekolah sehingga Allah akan melindungi mereka, dan pertanyaan-pertanyaan bermakna lainnya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantu saya mengondisikan psikis anaka-anak sehingga mereka merasa gembira. Pertanyaan-pertanyaan tersebut juga akan mengondisikan saya bahwa seorang guru tidak hanya transfer pengetahuan, namun juga transfer pembiasaan baik dalam pembentukan karakter.

Selanjutnya dalam pembelajaran pun diperlukan cara terbaik untuk setiap materi. Cara-cara yang menarik bagi anak-anak yang biasa saya berikan adalah dengan membuat teka-teki silang sesuai materi yang diajarkan. Anak-anak akan mengisi teka teki itu dengan antusias. Mereka akan lebih gembira apabila hasil pekerjaan mereka saya pajang di papan pajangan karya siswa. Masih dalam pembelajaran, saya biasa menggunakan lagu sebagai jembatan keledai untuk menyampaikan materi yang sifatnya mengingat. Lagu “Dua Mata Saya” saya gunakan untuk menampaikan materi sumber energi.

Sumber Energi

(lagu Dua Mata Saya)

 

Sumber energi itu ada macam-macam

Ada matahari, gas, dan minyak bumi

Batu bara baterei dan juga makanan

Masih ada lagi air serta angin

 

Contoh lagu lainnya yang saya gunakan ketika saya menyampaikan materi kegiatan ekonomi  adalah lagu “Kalau Kau Suka Hati”

Kegiatan Ekonomi

(Lagu Kalau Kau Suka Hati) 


Kegiatan apakah membuat barang….(produksi)

Kegiatan apakah menyalurkan barang ….(distribusi)

Kegiatan apakah memakai menggunakan barang-barang kebutuhan kita ….(konsumsi)

Siapakah yang membuat barang …..(produsen)

Siapakah yang menyalurkan barang …..(distributor)

Siapakah orang yang memakai mengggunakan barang-barang kebutuhan kita…..(konsumen)

Selain menggunakan lagu, saya juga mencoba menggunakan kuis sebagai password mereka pulang. Kuis berupa pertanyaan-pertanyaan berkaitan dari materi yang sudah diajarkan dalam hari tersebut. Tak lupa saya menanyakan perasaan mereka saat menutup pelajaran menjelang kepulangan mereka.

            Itulah salah satu pengalaman mengajar  saya sehingga anak-anak belajar dengan gembira. Untuk beberapa pengalaman yang lain mungkin lain kali bisa dibagi kepada para pembaca insya Allah. 


Kamis, 01 Oktober 2020

Apel Hari Kesaktian Pancasila


Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2020 di SD Unggulan Aisyiyah Bantul dilaksanakan di halaman sekolah. Ketua PDM Kabupaten Bantul, Bapak Drs. H. Sahari memimpin apel dengan peserta bapak ibu guru karyawan mengingat para siswa masih melaksanakan pembelajaran daring. Apel dilaksanakan mulai pukul 08.00 dengan peserta terbatas, dengan tetap menjalankan protocol Covid-19.

Pimpinan apel merupakan Ketua PDM Kabupaten Bantul sekaligus Pembina SD Unggulan Aisyiyah Bantul. Dalam amanat, beliau menyampaikan kepada peserta apel bahwa sebagai bangsa Indonesia kita tidak boleh lupa akan sejarah. Sejarah memberikan banyak pelajaran bagi bangsa ini untuk menatap masa depan yang lebih baik. Dalam sebuah pidatonya, Ir. Soekarno menyampaikan bahwa Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya.

Pancasila merupakan ideologi bangsa ini, sebagai pedoman dan penuntun moral dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara. Penanaman nilai-nilai moral Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sangat penting dilakukan sejak dini karena nilai-nilai moral Pancasila dalam kebangsaan selaras dengan nilai-nilai Islam dalam keagamaan. Pada akhir amanat beliau menyampaikan sebuah kutipan sebagai berikut: Lawan Lupa, rangkul maaf, bangunkan ingat, bangkitkan belajar, meraih hikmah, langit kelam, tak terulang. Forgiven not forgotten.








 

Senin, 21 September 2020

TANAMKAN SIFAT KEJUJURAN DARI PENILAIAN TENGAH SEMESTER (PTS) SECARA ONLINE


Pembelajaran Semester Gasal Tahun Pelajaran 2020/2021 di SD Unggulan Aisyiyah Bantul yang dimulai sejak tanggal 13 Juli 2020 tetap berlangsung di tengah wabah Covid-19 di Indonesia. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan secara daring. Tak hanya belajar di rumah, para siswa siswi juga harus menjalani Penilaian Tengah Semester (PTS) secara online di rumah masing-masing. Di sinilah nilai-nilai kejujuran anak benar-benar diuji. Tidak ada pengawasan dari guru saat siswa mengerjakan soal dengan metode dalam jaringan (daring). Hanya bermodal kepercayaan kepada orang tua untuk membantu mengawasi. Ujian secara online di masa pandemi menjadi pengalaman tersendiri bagi siswa dan orang tua.

Pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) dimulai tanggal 21-28 September 2020 sesuai kalender akademik. Teknis pelaksanaan ujian sangat berbeda ketika sebelum pandemi Covid-19. Sebelum ujian, siswa dan orang tua mendapat pengumuman lewat grup WhatsApp (WA) siswa maupun orang tuanya berupa jadwal Penilaian Tengah Semester (PTS) serta kunci sukses menghadapi PTS. Selain itu selama pelaksanaan PTS Gasal, sekolah menghimbau anak-anak kelas 1-6 agar:

🔖Menyiapkan ruang khusus untuk mengerjakan PTS, sehingga ananda lebih konsentrasi dalam mengerjakan.

🔖 Sarapan terlebih dahulu.

🔖 Memakai seragam sekolah sesuai jadwal ketika mengerjakan PTS.

🔖 Mengerjakan soal secara mandiri, orang tua hanya mendampingi. Bagi siswa kelas 1, soal masih boleh dibacakan.

🔖 Jangan lupa berdoa sebelum mengerjakan soal.

🔖 Ambil foto diri saat mengerjakan PTS, kemudian kirim ke guru kelas/pendamping.

Tujuan Penilaian Tengah Semester secara daring ini yaitu untuk mengantisipasi penyebaran virus corona sehingga seluruh aktivitas yang menimbulkan kerumunan dapat dihindari. Teriring doa untuk seluruh siswa SD Unggulan Aisyiyah Bantul semoga dimudahkan dan dilancarkan mengerjakan PTS Gasal serta mendapatkan hasil yang terbaik.

Jumat, 18 September 2020

GENERASI SEHAT, GENERASI HEBAT

 

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Unggulan Aisyiyah Bantul

Pemberian imunisasi sejak usia dini sangatlah penting untuk pembentukan daya tahan tubuh anak. Imunisasi diberikan dengan tujuan agar anak terhindar dari penyakit di kemudian hari. Imunisasi akan merangsang pembentukan sistem kekebalan tubuh. Dengan terbentuknya sistem kekebalan tersebut maka ketika ada bibit penyakit yang mencoba masuk, tubuh akan melawannya secara otomatis. Inilah pentingnya imunisasi diberikan pada anak agar senantiasa terjaga dan terhindar dari penyakit. Ada berbagai macam pilihan vaksin yang dapat diberikan ketika imunisasi. Misalnya Vaksin Hepatitis B (HB), Vaksin Polio, Vaksin BCG, Vaksin DTP, dan lain-lain sesuai dengan fungsi dan manfaat masing-masing.

SD Unggulan Aisyiyah Bantul telah menyelenggarakan imunisasi MR bagi kelas 1 serta imunisasi HPV bagi siswi kelas 5 dan 6 (Kamis, 17/9). Mengingat adanya pandemi Covid-19, imunisasi dilaksanakan dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat. Prosedur yang dilakukan meliputi: (1) Wali dan siswa datang ke SDUA; (2) Cuci tangan dengan sabun; (3) Pengecekan dan screening suhu tubuh; (4) Menuju ruang pemberian imunisasi; (5) Setelah imunisasi langsung pulang agar tidak terjadi kerumunan.



          

         


Imunisasi kali ini diadakan dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). BIAS juga diselenggarakan di seluruh sekolah dasar di Indonesia. Kegiatan berlangsung dengan sistem terjadwal dan bergiliran dengan petugas kesehatan dari Puskesmas setempat. Dalam hal ini, SD Unggulan Aisyiyah Bantul bekerja sama dengan Puskesmas Bantul II. Kegiatan berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala.



Kamis, 17 September 2020

PROGRAM TAHSIN GURU & KARYAWAN SD UNGGULAN AISYIYAH BANTUL DI TENGAH PANDEMI

 


Masa pandemi Covid-19 yang saat ini berdampak di berbagai sektor dan kehidupan sosial masyarakat. Aktivitas masyarakat sangat dibatasi mulai dari aktivitas ekonomi, sosial, budaya hingga pendidikan. Sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kehidupan sosial masyarakat pun juga mulai berubah dengan hadirnya berbagai aturan baru yang disebut dengan new normal atau hidup normal gaya baru. Berbagai aturan protokol kesehatan seperti memakai masker dan rutin mencuci tangan dengan sabun serta menjaga jarak minimal dua meter menjadi hal baru yang harus dijalankan oleh masyarakat.

Selama pandemi, guru-guru SD Unggulan Aisyiyah Bantul praktis tidak melaksanakan KBM tatap muka langsung dengan siswa. Pembelaran dilaksanakan secara online atau daring dengan menggunakan berbagai platfom pendukung. Di sela-sela pembelajaran online, sekolah  mengadakan program tahsin bagi bapak ibu guru dan karyawan. Kegiatan dilaksanakan setiap hari rabu mulai pukul 09.00-11.00 yang dibimbing oleh Ustadz M. Nur. Yazid dari Angkatan Mubaligh Muda Yogyakarta (AMMY) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang baik. Tujuan dari kegiatan ini untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Quran bapak ibu guru maupun karyawan sehingga kemudian dapat menyampaikan ilmu yang benar kepada para siswa. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan agar bacaan Al-Quran para guru maupun karyawan semakin baik sehingga bacaan para siswa juga akan memiliki kualitas yang baik.

Rasulullah SAW bersabda:

اقرأوا الْقُرْآن فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْم الْقِيَامَة شَفِيعًا لأَصْحَابه - رواه مسلم

“Bacalah Al-Quran, kelak ia akan datang di Hari Kiamat memberi syafaat kepada para pembacanya.” (HR. Muslim).



Jumat, 11 September 2020

SEMANGAT HAORNAS DITENGAH PANDEMI COVD-19

 

Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) yang jatuh pada tanggal 9 September biasa diperingati dengan melaksanakan berbagai macam perlombaan olahraga. Tampak berbeda peringatan HAORNAS tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Tahun ini memasuki perayaan yang ke-37.

Perbedaan yang pertama adalah peringatan HAORNAS tidak bisa membersamai dengan siswa siswi SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul. Peringatan HAORNAS tahun ini mengadakan gowes sepeda bareng dengan bapak ibu guru karyawan. Olahraga bersepeda menjadi pilihan menarik sebab bermanfaat bagi kesehatan serta dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran virus corona. Jaga jarak dan pakai masker. Juga menghindari interaksi secara langsung.


Titik kumpul kegiatan gowes di Gedung Selatan SDU yang biasa digunakan untuk upacara bendera. Kegiatan gowes dimulai pukul 07.30 dan tiba kembali pukul 10.15 WIB. Adapun rute yang dilalui yaitu melewati desa ringinharjo (SDUA kebarat) – gesikan – mangir - jembatan sesek - kamijoro - makam sewu dan kembali ke SDU melewati pintu barat.

Setelah semua tiba di SDU, bapak ibu guru karyawan menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh tim konsumsi kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize sambil diselingi dengan hiburan.






Sabtu, 05 September 2020

SIDANG KELAS UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA KELAS VIA ABU HURAIRAH SD UNGGULAN AISYIYAH BANTUL


  (oleh : Anang Purwianto, S.Pd.Gr.)

A.   Pendahuluan

 Pendidikan karakter sangat urgen diterapkan di sekolah. Sebagaimana telah diamanahkan dalam Undang undang no. 20 tahun 2003 pasal 3 bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kratif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Demikian juga di SD Unggulan Aisyiyah Bantul, pendidikan karakter diterapkan dengan berbagai pembiasaan dan program.

Salah satu program pendidikan karakter yang ingin penulis angkat adalah Sidang Kelas. Ya.. seperti semacam sidang pada umumnya dengan berbagai unsur sidang namun dilaksanakan di kelas. Guru sebagai hakim. Kemudian para siswa ada yang menjalanai posisi sebagai tersangka, saksi, korban, pembela, penuntut, dan penonton sidang. Ada gelar perkara, pengajuan tuntutan, keterangan saksi, pembelaan. Kemudian berdasar fakta persidangan, guru selaku hakim memutuskan perkara. Siswa juga dapat mengajukan keberatan seandainya belum menerima keputusan sidang.

B.   Karakter yang dapat dicapai melalui sidang kelas

Dalam interaksi pergaulan sesama siswa, sering sekali terjadi perselisihan, penghinaan, bullying, atau tindakan anarkhis siswa yang merugikan atau merusak sarana prasarana sekolah. Sejauh ini tindakan guru dalam menangani berbagai persoalan tersebut masih sebatas menerima, memanggil para siswa yang terlibat, memberi nasihat dan diakhiri dengan saling meminta maaf. Meski apa yang sudah dilakukan para guru tersebut sudah cukup mengatasi persoalan namun penulis merasa akan lebih banyak manfaat yang diperoleh para siswa jika permasalahan tersebut diangkat dalam persidangan kelas. Berikut beberapa pendidikan karakter yang dapat ditanamkan kepada siswa:

1.            1. Adil

Siswa yang menjadi pelaku ataupun korban akan sama-sama mendapatkan keadilan. Siswa pelaku akan mendapatkan hukuman sesuai porsi kesalahannya. Sedangkan siswa korban akan menerima kembali apa yang menjadi haknya dan sekaligus mendapatkan rasa keamanan.

 

2.    2. Lapang dada

Ketika keputusan ditetapkan maka baik siswa pelaku dan korban akan sama sama berlapang dada dengan keputusan yang dibuat. Siswa pelaku berlapang dada menerima sanksi yang dilakukan. Sedangkan siswa korban berlapang dada dalam memaafkan kesalahan temannya.

3.    3. Jujur

Dalam setiap sidang, para siswa menyampaikan keterangan dan menjawab pertanyaan dengan jujur. Kejujuran ini lebih terjamin karena siswa terlebih dahulu bersumpah dan setiap jawabannya akan dapat dikonfirmasi dengan para saksi yang lain.

4.    4. Tanggung-jawab

Melalui sidang kelas, siswa dapat belajar bahwa setiap perbuatan ada konsekuensi yang harus diterima dan dipertanggungjawabkan. Siswa juga memahami bahwa besar kecil kesalahan akan berbanding dengan besar kecil hukuman.

5.    5. Menghargai orang lain dan menumbuhkan sikap demokratis

Sidang kelas memberi setiap siswa berhak menyampaikan pendapat sementara siswa lain mendengarkan. Hal ini dapat menumbuhkan sikap menghargai orang lain yang sedang berbicara dan menumbuhkan budaya demokratis. Sehingga siswa sadar bahwa mereka berhak mengemukaan pendapat.

C.   Sidang kelas sebagai mekanisme kontrol perilaku sosial siswa

Efek lebih jauh dari penerapan sidang kelas adalah siswa akan selalu befikir beberapa kali seandainya akan melakukan suatu kesalahan. Siswa merasa khawatir apabila perbuatan kesalahan yang dilakukan akan dilaporkan dan disidangkan. Sehingga pada akhirnya siswa menjadi lebih tertib dan dapat meminimalisir perselisihan dan tindakan anarkhis yang merugikan orang lain.

Sidang kelas juga dapat menimbulkan efek malu kepada para siswa pelaku dan menimbulka efek jera sehingga tidak akan mengulangi lagi kesalahan tersebut. Mengapa? Karena Sidang kelas akan mengungkap bukti, mendengarkan keterangan saksi secara jujur. Semua fakta persidangan dapat diketahui oleh para siswa lain yang hadir di sidang kelas.  Ini juga menyadarkan kepada siswa untuk mampu menjalin interaksi sosial dengan warga sekolah secara baik.

D.   Sidang kelas beretika

Sesuai dengan tujuannya untuk membentuk karakter, sidang kelas perlu memerhatikan masalah-masalah yang dapat diangkat dalam persidangan. Mengingat dampak psikologis bagi siswa, sidang kelas tidak perlu mengangkat permasalahan terkait privasi siswa dan latar belakang keluarga. Akan tetapi untuk permasalahan yang bersifat umum, berdampank luas, dan dapat sebagai pembelajaran bersama bagi para siswa lain maka permasalahan tersebut layak untuk disidangkan. Beberapa permasalahan yang pernah diangkat dalam sidang kelas di kelas 6A Abu Hurairah : perselisihan siswa, perusakan fasilitas sekolah, dan penggunaan gadget yang keliru. Sidang kelas juga dapat digunakan guru untuk memberi nasihat, arahan, motivasi, ataupun larangan kepada siswa supaya dapat berkata, berpenampilan, dan berperilaku yang santun berakhlakul karimah.

Senin, 17 Agustus 2020

SARASEHAN BERSAMA DALAM RANGKA HUT RI KE 75


‘’MENGGAPAI ASA BERSAMA, DITENGGAH BADAI COVID 19”

Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di SD Unggulan Aisyiyah Bantul selalu menggema di seluruh warga sekolah. Perayaan yang telah terencana dan tertata dengan rapi seakan mengemas sejuta kenangan yang benar benar melekat di hati dan sanubari. Mulai dari pelaksanaan upacara bendera hingga mengikuti berbagai kegiatan lomba di Kabupaten Bantul. Tentu untuk menjadi yang lebih baik dari tahun tahun sebelumnya membutuhkan persiapan yang tidak singkat. Keuletan dan kegigihan dari berbagai pihak Alhamdulillah mampu mempersembahkan berbagai kegiatan dan prestasi yang luar biasa.

Berbeda dengan tahun ini, ditengah badai covid-19 Peringatan HUT KEMERDEKAAN RI yang ke 75 tahun kita laksanakan dengan penuh rasa prihatin. Dampak dari pandemi ini telah kita rasakan bersama-sama. Mari sebagai pendidik, kita harus bisa menjadikan siswa yang berprestasi bukan hanya dari akademik saja namun memiliki jiwa tangguh dan memperjuangkan rasa kepedulian dilingkungan kita. Yaitu dengan cara menegakkan dan menjalankan protokol kesehatan sebagai wujud perjuangan kita agar pandemi ini segera berakhir. Dimulai dari diri kita, keluarga kita, sekolah kita dan bangsa kita semoga segera terbebas dari pandemi ini.

Hari kemenangan yaitu hari kemerdekaan telah kita nikmati. 75 tahun yang lalu para pahlawan kita telah berjuang untuk meraih kemerdekaan ini. Kini sudah saatnya kita meneruskan jiwa berjuang mereka. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk bangsa kita tercinta ini. Salah satunya adalah mendidik anak-anak mencapai asa dan meraih cita-citanya setinggi langit. Dengan semangat dan tekad bersama kita harus bisa menjadi insan yang bermanfaat untuk orang lain disekitar kita dan untuk Indonesia seutuhnya. Bukan lelah dan letih yang kita rasakan, namun harumnya kemerdekaan ini telah berkibar dari sabang sampai merauke. Salam,,,,,“MERAH PUTIHKU”.

 


 

Minggu, 16 Agustus 2020

Sayembara Literasi Online, Pandemi Bukan Penghalang

 


Pada masa pandemi covid-19 ini, para siswa banyak berkegiatan di rumah, termasuk proses pembelajaran pun dilakukan secara daring. Perpustakaan yang biasanya ramai dikunjungi siswa. Untuk sementara, tidak dapat melakukan pelayanan seperti biasa. Oleh karena itu, untuk mendukung kegiatan belajar di rumah secara mandiri, perpustakaan juga berusaha menumbuhkan minat baca dan menulis siswa. Salah satunya dengan mengadakan perlombaan yang dikemas dalam kegiatan “Sayembara Literasi Online. Kegiatan ini sekaligus sebagai media untuk memperingati dan menyemarakkan HUT RI ke-75 dengan mengusung tema “Berkarya dengan Semangat 45 di Tengah Pandemi Covid-19".

Beberapa kategori perlombaan yang masuk dalam event ini diantaranya lomba deskripsi gambar, menulis karangan, poster, baca puisi, dan mendongeng. Semuanya bertema “Kepahlawanan atau Hari Kemerdekaaan”. Kecuali untuk lomba menulis karangan bertema “Kebanggaan terhadap Bantul”. Adapun pengumpulan karya dilakukan secara online melalui link yang sudah tertera di flyer yang bisa diakses melalui Instagram @sduabantul dalam rentan waktu 10 hari mulai tanggal 3 Agustus s.d. 12 Agustus 2020. 

Pemenang lomba akan diumumkan saat acara Sarasehan Online Keluarga Besar SD Unggulan Aisyiyah Bantul dalam rangka memperingati HUT ke-75 RI pada tanggal 17 Agustus 2020. Meskipun pelaksanaan secara online, siswa sangat antusias mengikuti event ini. Hal ini dibuktikan dengan jumlah peserta lomba yang mencapai kurang lebih 250 siswa untuk keseluruhan lomba.