Selasa, 29 Agustus 2017

Jamaah Haji Cilik SDUA Siap Berangkat

Labaik Allahumma Labaaik, labaaik Laa Syarika Laka Labaaik Inal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulka La Syarikalah, lantunan talbiyah terus dikumandangkan oleh siswa SD Unggulan ‘Aisyiyah (SDUA) Bantul dalam kegiatan Manasik Haji 1438 H. Kegiatan ini bertempat di area Al Barokah padang pasir Wonoroto Gadingsari Sanden Bantul, Selasa (29/8). Agenda dua tahunan ini menjadi pembelajaran bagi seluruh siswa guna mengetahui proses awal dan akhir pelaksanaan ibadah haji.




[caption id="attachment_1200" align="alignleft" width="286"] Pengarahan sebelum pemberangkatan Manasik Haji 1438 H SDUA.[/caption]

Kegiatan manasik haji terbagi dalam 2 gelombang, gelombang pertama dimulai pukul 7.30 WIB diperuntukan bagi siswa kelas IV dan dilanjut gelombang kedua bagi siswa kelas V. Manasik haji tahun ini berlangsung khidmat dan siswa merasa bahagia. Salah satu siswa kelas IVD Thalhah, Farhan mengungkapkan rasa bahagianya saat perjalanan menuju tempat manasik. “Yeah, kita akan sampai di Mekkah”, ujarnya  dengan mengenakan pakaian ihram.




[caption id="attachment_1202" align="alignright" width="300"] Jamaah Haji Cilik SDUA saat melakukan lempar jumroh Aqobah.[/caption]

Sementara itu selaku koordinator kegiatan Manasik Haji 1438 H SDUA, Wawan Nuri Irtanto, S.S menyampaikan tujuan yang ingin dicapainya dalam kegiatan ini. “Dengan ini kami harapkan siswa mengetahui dan memahami syarat dan rukun ibadah haji, “ungkapnya. Beliau juga berharap dan berdoa semoga seluruh siswa SDUA dapat menjalankan ibadah haji yang sesungguhnya dan semakin meningkat ketaqwaan untuk selalu menjalankan seluruh perintah Allah SWT. Amien. (tutup)

Rabu, 23 Agustus 2017

Kampanye Imunisasi Measles Rubella di SDUA

Selama dua hari (21-22/8) seluruh siswa – siswi SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul (SDUA) menjalani Imunisasi Measles Rubella (MR) bertempat di Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).  Kegiatan ini langsung ditangani oleh tim dokter dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kabupaten Bantul. Imunisasi MR dilakukan guna melindungi seluruh siswa SDUA dari penyakit campak dan rubella yang dapat menyebabkan penyakit ringan maupun komplikasi. Perlu diketahui  campak dan rubella adalah penyakit infeksi  menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Baik anak maupun orang dewasa yang belum mendapat imunisasi MR akan beresiko tinggi tertular.


Hari pertama Imunisasi MR diberikan kepada seluruh siswa kelas I-III secara bergilir dilanjutkan kelas IV-VI pada hari ke-2. Banyak anak yang merasa takut bahkan menangis saat sebelum dilakukan imunisasi. “Biasa saja, rasanya”, tegas Jesslyn siswi kelas IV Abdullah Bin Umar. Dia mengatakan saat ikut imunasasi tidak merasa takut akan jarum suntik dan menjalani tanpa beban. Jauh hari sebelum pelaksanan, seluruh siswa telah diberikan surat edaran kepada wali siswa, namun masih ada anak yang belum diizinkan mengikuti  imunisasi MR karena alasan medis.


Ibu Yuli selaku koordinator pelaksanaan imunisasi menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan bagus terbukti adanya kerja sama antara puskesmas dan sekolah guna memberikan pelayanan kesehatan terbaik. “Namun justru dari beberapa pihak wali murid yang belum tau manfaat dan sasaran imunisasi tersebut sehingga melarang anaknya supaya tidak ikut imunisasi”, tegas Ibu Yuli. Adanya kegiatan ini akan membuka mata civitas sekolah supaya benar memperhatikan pentingnya kesehatan baik melalui imunisasi bagi siswa – siswi di SDUA.

Jumat, 04 Agustus 2017

Ajang Entrepeneur Junior lewat Market Day

Menyuarakan jiwa wirausaha “entrepreneur” bisa dilatih sejak dini, seperti yang dilakukan seluruh siswa Sekolah Dasar Unggulan ‘Aisyiyah (SDUA)  Bantul pada hari Jumat (4/8/2017). Tepatnya jam istirahat, kegiatan transaksi jual-beli dilakukan baik siswa maupun guru dan karyawan. Ibu Elfi selaku koordinator kegiatan Market Day telah menginstruksikan agar siswa yang berperan sebagai penjual diminta menata daganyanya di 2 lokasi pasar yaitu area dekat tempat parkir gedung selatan dan sepanjang teras gedung utara.




[caption id="attachment_1187" align="alignright" width="300"] Antrian pembeli[/caption]

Mengingat SDUA telah mencanangkan 5 hari sekolah maka Market Day yang biasanya diadakan di setiap hari Sabtu berganti di hari Jumat.  Situasi ramainya kegiatan Market Day tergambar pada banyaknya antrian pembeli di kedua area tersebut. Siswa maupun guru dan karyawan yang ikut berjualan bisa dipastikan seluruh daganyannya habis terjual.




[caption id="attachment_1184" align="alignleft" width="198"] Rista ditemui saat sela bersantap nasi goreng.[/caption]

“Seru banget, tadi  beli sosis, ice, nasi goreng, sama pin,” jelas Rista siswa kelas III Maryam yang sangat menikmati keseruan di saat Market Day. Meskipun belum terpikirkan, tetapi di saat Rista akan berperan sebagai penjual, dia akan memilih untuk menjual pisang goreng. Suwardi S.Pd,Si selaku Kepala Sekolah menyampaikan apresiasinya terhadap koordinator pelaksana  karena pelaksanaan Market Day telah tertata lebih baik dari sebelumnya. Dalam pesan singkatnya, beliau juga menambahkan pelaksanaan Market Day akan didukung adanya Music Corner Live guna menambah kemeriahan suasana. (tutup)


Meriahkan Bantul Expo 2017

[caption id="attachment_1179" align="alignright" width="241"] Izan, saat memakai helmet yang dipakai oleh Tim Pemadam Kebakaran[/caption]

Siswa-siswi kelas IV A Abu Hurairah dan IV B Abdullah Bin Umar SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul pada kamis,(3/8/2017) melakukan kunjungan ke Bantul Expo 2017. Pameran akbar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul, Bantul Expo 2017 digelar di Pasar Seni Gabusan. Siswa-siswi sangat berantusias mengikuti kunjungan ini, bukan sekedar tahu tetapi juga melihat langsung seluruh produk/hasil karya dari masyarakat Bantul.




[caption id="attachment_1181" align="alignleft" width="300"] Memasuki stand Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul[/caption]

Bantul Expo 2017 yang mengangkat tema “Dengan Semangat Makaryo Mbangun Desa Kita Wujudkan Masyarakat Bantul yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera”, menampilkan berbagai potensi dan produk berkualitas yang tersaji di setiap stand. Salah satunya stand dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, berbagai alat-alat kesiagaan dan tanggap darurat seperti hidran, pompa hidran, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), helmet, harnest, tali carmentel, dan lainnya dipamerkan dan bisa dicoba oleh pengunjung. Izan & Zahwa, mengungkapkan kegembiraannya saat mencoba alat-alat yang biasa dipakai oleh tim Rescue.


Beberapa stand yang telah dikunjungi diantaranya stand Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul, Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Museum Negeri Sonobudoyo, BPBD Kabupaten Bantul, stand Kecamatan Pajangan, sertan stand lainnya. Bukan sekedar berkunjung, seluruh siswa juga diberikan tugas untuk mencatat semua benda/alat  dan menceritakan kembali kunjungan yang telah dilakukan.(tutup)