Rabu, 12 Agustus 2020

BUDAYA 5 S (SENYUM, SALAM, SAPA , SOPAN & SANTUN)

 


           Pendidikan karakter dan budi pekerti memang harus diterapkan pada setiap anak sejak dini. Pada anak usia sekolah dasar harus dilatih dan diajarkan bagaimana pentingnya pendidikan karakter dan budi pekerti, karena pada anak usia sekolah dasar merupakan pondasi awal anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi insan yang berakhlak dan mempunyai kecerdasan bukan hanya akademik saja melainkan juga kecerdasan emosionalnya. Adanya pendidikan karakter dan budi pekerti dari usia dini diharapkan siswa dapat menempatkan diri kepada siapa dan dimana mereka berada, serta mampu menghargai dan berperilaku dengan orang lain secara baik.

            Salah satu bentuk upaya penanaman pendidikan karakter dan budi pekerti dilingkungan sekolah yaitudengan menerapkan budaya 5S. Apa itu budaya 5S? Budaya 5S adalah, senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.  Berikut akan kita ulas hal-hal yang terkait dengan budaya 5S.


A. PENGERTIAN BUDAYA 5S

1. Senyum

       Senyum merupakan ibadah, biasanya seseorang tersenyum karena mereka sedang bahagia, senang gembira suka dan sebagainya. Senyuman menambah manisnya wajah, senyuman dapat melumpuhkan musuh, menyembuhkan penyakit , perekat tali persaudaraan dan biasa jadi sarana tercapainya perdamaian.

2. Salam

       Dalam islam diajarkan salam berupa “Assalamu’alaikum warahmatullahi Wabarokatuh” yang artinya salam sejahtera, rahmat Allah dan berkatNya atas kamu. Salam juga merupakan bentuk pernyataan hormat. Jika seseorang memberi salam kepada orang lain berarti seorang itu bersikap hormat kepada orang yang dia beri salam.

3. Sapa

       Menyapa identik dengan menegur, menyapa bisa berarti mengajak seorang untuk bercakap-cakap. menyapa bisa memudahkan siapa saja untuk bisa lebih akrab, saling kontak, dan berkomunikasi. misalnya saja dengan memanggil nama atau dengan sapaan –sapaan lainnya.

4. Sopan

       Sopan adalah perilaku yang menjunjung tinggi niai-nilai menghormati, menghargai tidak sombong dan berakhlak mulia. perwujudan sikap sopan dalam budaya Jawa yaitu dengan menggunakan bahasa yang sopan (menggunakan bahasa Krama ketika berbicara dengan yang lebih tua), dan tidak memiliki sifat yang sombong.

5. Santun

       Santun memiliki pengertian halus dan baik (tingkah lakunya). seseorang yang memiliki sikap santun akan mementingkan kepentingan orang lain daripada kepentingannya sendiri. inti dari sikap santun adalah berperilaku sesuai aturan dan tataran norma yang ada.

 

B. NILAI NILAI KARAKTER DALAM BUDAYA 5S

1. Nilai Toleransi

       Nilai toleransi adalah sikap atau perilaku manusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghargai dan menghormati setiap tindakan yang orang lain lakukan untuk menumbuhkan kerukunan antar sesama.

2. Peduli Sosial

       Peduli sosial adalah minat atau ketertarikan untuk membantu orang lain dalam hal kebaikan.

3. Cinta Damai

       Cinta damai adalah sikap, perkataan, atau tindakan yang menyebabkan orang lain senang dan nyaman atas kehadiran kita.

 

C. TUJUAN MENERAPKAN BUDAYA 5S

1. Mengembangkan kepribadian baik pesertadidik, pesertadidik akan mempunyai rasa hormat dan memiliki belas kasih , suka menolong seningga akan tercipta lingkungan sekolah yang nyaman, harmonis dan damai antar  semua antar warga sekolah.

2. Peserta didik dapat menggunakan bahasa yang sopan dan baik ketika berbicara dengan guru maupun teman-temannya, lebih percaya diri dan bertanggung jawab.

3. Dengan senyum perserta didik diharapkan merasa lebih damai, senang dan gembira berada di lingkungan sekolah.

4. Dengan memberi salam akan mempererat tali peraudaraan antar warga sekolah. ketika mengucapkan salam dengan ikhlas suasana lingkungan sekolah akan menjadi cair dan akan merasa semua bersaudara.

5.  Dengan menyapa akan dapat memudahkan siapa saja untuk saling akrab, mudah bergaul, saling kontak dan berinteraksi.


        Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa budaya 5S merupakan salah satu cara untuk menanamkan pendidikan karakter. apabila semua warga sekolah menerapkan budaya 5S dalam keseharian mereka maka hal itu akan menjadikan semua warga sekolah berkepribadian bail. jika 5S diterapkan dalam konteks sekolah maka warga sekolah terutama peserta didik akan belajar bagaiaman menghormati satu sama lain dan memiliki belas kasih , suka menolong selain itu akan terjalin tali silaturahiman antar warga sekolah dengan baik.        


            

Kamis, 30 Juli 2020

MILAD MUHAMMADIYAH KE 111. Terus Bergerak BersamaMu, Selamat Milad Gerakanku.



Dalam rangka semarak Milad Muhammadiyah ke-111 yang bertepatan pada tanggal 8 Dzulhijah 1441 H (29 Juli 2020),  SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul menggelar beberapa kegiatan yang diikuti oleh bapak ibu guru karyawan dan karyawati.
Kegiatan ini diawali dengan sholat Duha berjama’ah di halaman sekolah yang biasanya digunakan untuk Upacara Bendera. Setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Sang Surya (Mars Muhamadiyah) kemudian bersama - sama mengucapkan Milad Muhammadiyah.



Tidak sampai disini rangkaian perayaan Milad Muhammadiyah dilanjutkan dengan Ziarah ke Makam KH. Ahmad Dahlan (Karangkajen), kunjungan ke Langgar Kidul Kauman oleh Tim Perwakilan Bapak ibu Guru Karyawan SDUA Bantul.


Selain Bapak ibu guru karyawan, siswa siswi SDUA Bantul juga ikut serta merayakan Milad Muhammadiyah. Siswa menuliskan di kertas Janji Pelajar Muhammadiyah serta menghiasnya di rumah masing-masing, membaca dan menghafalkannya.

Selamat Milad Muhamadiyah ke 111 "Mencerdaskan Indonesia Mencerahkan Semesta"


Sabtu, 25 Juli 2020

LOMBA KARAWITAN GURU DAN KARYAWAN SDU


Dalam rangka pekan budaya guru dan karyawan, SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul mengadakan lomba karawitan yang dilaksanakan di Pendopo Bapak Agus Tri Purnama, S.Sn Sanggrahan Ringinharjo Bantul.
Sebanyak 6 kelompok karawitan yang terdiri dari bapak ibu guru beserta karyawan/karyawati SD Unggulan Aisyiyah Bantul unjuk kebolehan dalam lomba karawitan, Kamis (23/7).
Lomba dimulai pukul 08.30 dengan urutan tampil berdasarkan pengundian satu hari sebelumnya. Dari 6 kelompok dibagi menjadi 2 sesi. Adapun yang tampil di sesi pertama terdiri dari tim guru kelas 4,3,5 beserta karyawan dan karyawati. Sedangkan sesi kedua tampil pukul 10.00 yang terdiri dari tim guru kelas 2,6,1 beserta karyawan dan karyawati. Semua kelompok menampilkan yang terbaik pada saat lomba karawitan termasuk Bapak Kepala Sekolah juga ikut serta dalam lomba karawitan ini.

Juri lomba dalam karawitan yaitu Bapak Agus Tri Purnama, S.Sn, Bapak Sudiarjo, M.Pd serta Bapak Drs. Bambang Suharjana, M.Hum (Dosen ISI Yogyakarta). Sejumlah aspek penilaian meliputi wiraga, wirasa, wirama dan kekompakan.
Setelah seluruh kelompok tampil dan para juri melakukan penilaian, juara 1-3 yaitu tim guru kelas 6, kelas 5 dan kelas 4. Sedangkan untuk juara harapan 1-3 yaitu tim guru kelas 3, kelas 2 dan kelas 1.




Walaupun ditengah pandemi Covid-19 kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. 



Sabtu, 11 Juli 2020

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah SDUA Bantul TP 2020/2021




Dalam rangka memperkenalkan peserta didik baru terhadap lingkungan sekolah, SD Unggulan Aisyiyah Bantul akan melaksanakan  Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari Senin hingga Rabu, 13 - 15 Juli 2020. Kegiatan ini dilaksanakan setiap awal tahun ajaran baru bagi para siswa kelas satu. Namun tahun ini akan sangat berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya dikarenakan anak-anak tidak akan dapat berjumpa langsung dengan para guru maupun siswa lain mengingat adanya pendemi Covid-19.


Panitia membuat konsep yang berbeda, kegiatan banyak dilakukan secara virtual tanpa tatap muka langsung kecuali dalam beberapa hal seperti pengambilan paket siswa oleh orang tua/wali. Hal itupun dilakukan tanpa melibatkan para siswa.  Pengenalan lingkungan sekolah, pengenalan profil guru kelas dan pendamping dilakukan dengan pembuatan video yang kemudian dikirimkan kepada para orang tua/wali maupun melalui sosial media. Seluruh proses pembelajaran juga dilaksanakan secara virtual atau menggunakan model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dalam hal ini, penguasaan media teknologi dan informasi sangat penting baik bagi, guru, para siswa maupun orang tua mengingat usia sekolah dasar masih dibutuhkan pendampingan dalam penggunaan gadget ataupun komputer. Kerjasama antara pihak guru dan orang tua menjadi kunci keberhasilan Pembelajaran Jarak Jauh di tingkat Sekolah Dasar. Untuk itu, peran orang tua pada saat ini sangat diperlukan agar dapat bersinergi dengan pihak sekolah. Teriring doa, semoga pandemi ini segera berakhir dan pembelajaran dapat dilakukan secara normal kembali.

Senin, 06 Juli 2020

Akhirussanah Angkatan ke-IX SD Unggulan Aisyiyah Bantul



BANTUL — Berlokasi di SD Unggulan Aisyiyah Bantul, Jalan Wakhid Hasyim No. 60 Sanggrahan Bantul, prosesi Akhirussanah angkatan ke-IX berlangsung dengan lancar (Sabtu-Ahad, 4-5 Juli 2020). Prosesi berlangsung khidmat dan tertib.
Pada kesempatan tersebut, para peserta Akhirussanah mendapatkan penyematan samiroleh Bapak Suwardi, M.Pd. selaku kepala sekolah. Siswa juga memeroleh paket kelulusan setelah menamatkan studi di SD Unggulan Aisyiyah Bantul dengan baik. Peserta kemudian melakukan sesi pemotretan bersama Kepala Sekolah dilanjutkan dengan Guru Kelas dan Pendamping masing-masing. 

Kegiatan Akhirussanah tahun ini dilangsungkan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19 sejak pintu masuk hingga keluar. Peserta dibatasi hanya didampingi satu orang tua/wali, melakukan protokol kesehatan, cek suhu badan, cuci tangan hingga menerapkan phisical distancing. Secara teknis, prosesi Akhirussanah dilaksanakan dalam waktu dua hari dengan sitem shift (bergantian) untuk mengurangi adanya kerumunan massa dan serta menjaga social distancing



Meskipun UASBN tahun ini ditiadakan karena adanya pendemi, dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah swt., alhamdulillah, SD Unggulan Aisyiyah Bantul berhasil meluluskan 100 % siswa Kelas VI Tahun Pelajaran 2019/ 2020 yang berjumlah 145 anak. Para siswa telah memenuhi Standar Kompetensi Kelulusan dan berperilaku santun sehingga dinyatakan lulus. Oleh karena itu, kegiatan Akhirussanah diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan para siswa menyelesaikan pendidikan di tingkat dasar dengan baik. Selain itu, SDU juga berkomitmen untuk tetap memberikan motivasi bagi para siswa agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai cita-cita dan harapan masing-masing.
Sebagian siswa lulusan SDUA Bantul melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri, sekolah Islam, boarding school, pondok tahfidz maupun pondok pesantren modern. Teriring doa semoga para siswa tetap menjadi anak yang cerdas, terampil dan sholih/sholihah di manapun mereka melanjutkan pendidikan. Tiga hal tersebut merupakan kunci keberhasilan di masa depan dengan tantangan zaman yang semakin beragam.


Jumat, 06 Maret 2020

KENALI VIRUS CORONA DAN CARA MENCEGAHNYA


Virus Corona atau 2019 Novel Coronavirus adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara.
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumoniaMiddle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Gejala Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.
Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
  • Demam
  • Batuk
  • Sesak nafas
Kapan harus ke dokter?
Segera ke dokter bila mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari Cina atau negara lain yang positif terinfeksi. Orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona harus segera dirujuk ke IGD rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan yang tepat.
Penyebab Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti MERS, SARS, dan pneumonia.
Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19.
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19.
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.
Diagnosis Virus Corona
Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian ke wilayah endemik virus Corona sebelum gejala muncul.
Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berikut:
  • Uji sampel darah
  • Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak
  • Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
Pengobatan Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya, yaitu:
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri. Namun, dokter tidak akan memberikan aspirin kepada penderita COVID-19 yang masih kanak-kanak.
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk mandi air hangat dan menggunakan humidifier (pelembab udara), untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup dan tidak keluar rumah untuk mencegah penyebaran virus.
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih guna menjaga kadar cairan tubuh.
Pencegahan Virus Corona
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan terinfeksi virus ini, yaitu:
  • Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol setelah beraktivitas di luar ruangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan seteahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar magtang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
Untuk seseorang yang diduga terkena COVID-19, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:
  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu buang tisu ke tempat sampah.







Rabu, 04 Maret 2020

MARKET DAY SEBAGAI PENERAPAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI SD UNGGULAN AISYIYAH BANTUL


(SITI ‘AINURROHMAH, M.Pd.)

Pada era modern ini setiap manusia harus mampu bersaing agar dapat bertahan hidup dan mencapai kesuksesan. Fakta yang terjadi saat ini banyak tenaga kerja Indonesia yang tidak mampu bersaing mendapatkan lapangan pekerjaan pada sektor formal. Sementara masyarakat belum memiliki cukup keterampilan untuk menciptakan usaha ekonomi secara mandiri. Selain itu, pengangguran dan kemiskinan merupakan masalah yang viral di negeri ini yang belum kunjung terselesaikan.


Berdasarkan isu tersebut, lembaga pendidikan harus mampu berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan persaingan di era modern ini. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah dengan melaksanakan pendidikan yang berorientasi pada jiwa entrepreneurship atau kewirausahaan. RaymondKao dalam Wardhana (2013: 13) menjelaskan konsep dasar kewirausahaan adalah suatu proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yag lain(inovasi), yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan individu dan nilai tambah bagimasyarakat. Seorang wirausahawan memiliki sifat-sifat yang sangat bermanfaat untuk mencapai kesuksesan, diantaranya percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil resiko, berjiwa pemimpin, serta berorientasi pada masa depan.

SD Unggulan Aisyiyah Bantul sebagai lembaga pendidikan turut andil dalam menyiapkan generasi masa depan berjiwa enterpreneurship. Pendidikan kewirausahaan perlu dikembangkan sejak SD agar nilai-nilai karakter kewirausahaan dapat tertanam sejak dini. Pendidik adalah agen of change yang diharapkan mampu menanamkan jiwa kewirausahaan pada diri peserta didik sehingga mampu menciptakan generasi mendatang yang mampu bersaing menghadapi tantangan zaman.

Pelaksanaan kegiatan kewirausahaan di SD Unggulan Aisyiyah Bantul diwujudkan dalam kegiatan market day. Market day merupakan kegiatan jual beli yang dilaksanakan oleh siswa kelas I sampai kelas VI. Pada kegiatan ini, siswa berjualan sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh guru kelas masing-masing. Sementara siswa lain dapat membeli makanan atau barang yang dijual oleh temannya. Tugas guru hanya mengarahkan siswa berdagang untuk mengukur sejauh mana mereka mampu berjual beli dengan cara yang baik dan benar.

Kegiatan market day ini tidak semata-mata berorientasi pada untung dan rugi, namun yang paling penting adalah untuk menumbuhkan potensi dan keterampilan siswa dalam berwirausaha. Hal ini dapat menjadi modal dan bekal siswa kedepannya menjadi pribadi muslim yang tangguh, mandiri, dan terampil berwirausaha.

Berbagai karakter siswa juga dapat ditumbuhkan dari kegiatan market day ini. Diantaranya karakter jujur, mandiri, kreatif, bekerja keras, pantang menyerah, teliti dan gotong-royong.
a.       Karakter jujur
Karakter jujur tampak dari proses jual beli yang dilaksanakan siswa. Kejujuran dapat terbentuk saat siswa mengambil barang dagangan dan melaksanakan pembayaran.
b.      Karakter mandiri dan kreatif
Karakter mandiri dan kreatif dapat terbentuk karena siswa diberi kebebasan untuk mempersiapkan, memilih, dan menjajakan barang dagangannya.
c.       Karakter kerja keras dan pantang menyerah
Karakter kerja keras dan pantang menyerah diasah saat siswa menawarkan atau memasarkan barang dagangannya sampai habis terjual.
d.      Karakter teliti
Karakter teliti tumbuh saat anak-anak dituntut untuk bisa menghitung uang kembalian dari barang yang dijual serta seluruh uang yang diperoleh dari penjualan.

Melalui kegiatan market day ini, diharapkan sekolah dapat memberikan kontribusi kepada negara untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di era global. Selanjutnya dapat terwujud Negara Indonesia yang sejahtera dalam bidang ekonomi.