Jumat, 20 November 2020

REFLEKSI MILAD MUHAMMADIYAH KE-108 DAN HARI GURU KELUARGA BESAR AMAL USAHA AISYIYAH KABUPATEN BANTUL (TK-SD-SMP UNGGULAN AISYIYAH BANTUL)

         Perayaaan Milad Muhammadiyah ke-108 kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, keluarga besar Amal Usaha Aisyiyah Kabipaten Bantul turut memperingati Milad Muhammadiyah ke-108 dengan mengadakan refleksi yang dihadiri oleh Bapak H. Hadjam Murusdi, SU selaku Penasehat, Ibu Hj. dr. Siti Cholimah beserta segenap jajaran Pengurus Aisyiyah Kabupaten Bantul. Milad Muhammadiyah tahun ini mengusung tema “Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri.”

        Refleksi Milad Muhammadiyah dilaksanakan pada Rabu, 18 November pukul 09.00 hingga pukul 11.00 dengan menghadirkan Ust. H. Purwono, M.Ag sebagai pembicara. Salah satu pesan beliau yaitu dedikasi dan keikhlasan dalam berjuang di amal usaha Muhammadiyah. Ikhlas merupakan kunci utama dalam berjuang di persyarikatan sehingga Muhammadiyah dapat eksis selama 108 tahun. Lembaga pendidikan, kesehatan dan semua jenis amal usaha persyarikatan dipersembahkan untuk memajukan segala aspek kehidupan di Indonesia.

        Hingga saat ini Muhammadiyah telah berkembang di seluruh pelosok negeri hingga mancanegara. Hal ini merupakan bukti bahwa Muhammadiyah dapat diterima di semua kalangan masyararakat.  Amal usaha Muhammadiyah tersebar hingga pelosok pelosok wilayah Indonesia, di bidang pendidikan dasar dan menengah terdapat lebih dari 7.650 sekolah dan madrasah, di bidang pendidikan tinggi Muhammadiyah memiliki lebih dari 170 universitas, sekolah tinggi, institut, dan akademi. Dalam bidang pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat , Muhammadiyah memiliki lebih dari 450 rumah sakit dan klinik kesehatan di seluruh Indonesia. Semoga di usia yang ke 108 tahun ini Muhammadiyah dapat terus berkembang dengan semangat juang dan nasionalisme yang dimiliki KH. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Persyarikatan Muhammadiyah.

 


Selasa, 17 November 2020

KEGIATAN BIAS DITENGAH PANDEMI

 

       BIAS adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang diadakan 2 kali dalam setahun yaitu bulan Agustus dan dan Bulan November yang dilakukan secara serentak di seluruh kota di Indonesia. Kegiatan BIAS tahap II dilaksanakan hari rabu dan kamis pekan lalu (11-12 November 2020). Adapun sasarannya ditujukan untuk:

ü  Siswa kelas 1: Imunisasi Dt (difteri tetanus)

ü  Siswa kelas 2 dan 5: Imunisasi Td (tetanus dan difteri)

        Imunisasi merupakan proses untuk membuat seseorang kebal terhadap suatu penyakit. Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit tersebut.

       Pelaksanaan kegiatan BIAS di SD Unggulan Aisyiyah Bantul dilaksanakan dengan protokol Kesehatan. Sebelum memasuki area sekolah siswa dan wali yang mengantarkan diminta untuk cuci tangan terlebih dahulu, kemudian cek suhu tubuh. Tak lupa menggunakan masker dari rumah. Selain itu wali yang mengantarkan anaknya juga wajib screening terlebih dahulu.



         Alhamdulillah antusias wali siswa dalam mensukseskan progam ini sangat baik, dengan banyaknya siswa yang diperbolehkan untuk mendapatkan imunisasi Dt dan Td pada kegiatan BIAS ini. Terima kasih kami ucapkan kepada para petugas Puskesmas Bantul ll yang telah bersabar dan berbagi pengetahuan pada pelaksanaan BIAS ini.




Senin, 16 November 2020

SDUA Bantul Raih Prestasi Tingkat Nasional Gebyar Gema Pertiwi Pelajar Pancasila 2020

 

       Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud telah menggelar Gebyar Gema Pertiwi Pelajar Pancasila Sekolah Dasar Tahun 2020. Kegiatan ini digelar sebagai salah satu upaya membentuk profil pelajar pancasila yang kreatif, mandiri, berpikir kritis, bergotong royong, beriman, bertakwa, dan berkebhinekaan global.

      Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menjelaskan untuk terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter.  Para siswa yang akan menjadi calon-calon pemimpin masa depan perlu dibekali dengan kompetensi dan karakter yang berakar pada falsafah dan ideologi bangsa. “Semangat Merdeka Belajar yang diajarkan Ki Hajar Dewantara mendorong pembelajaran yang relevan dan bermakna yang berfokus pada kebutuhan siswa,” tuturnya saat memberikan sambutan secara virtual. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen Paudasmen), Kemendikbud turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.

            Dalam event ini, SD Unggulan Aisyiyah Bantul mengirimkan 2 karya yaitu video kategori Video Klip Lagu dan Video STEM (Science Technology Engineering Mathematics). Pengiriman karya dikumpulkan mulai tanggal 20 Oktober 2020. Kemudian pengumuman nominasi 10 November 2020 melalui live virtual dengan Host Choky Sitohang yang menghadirkan bapak Nadiem Anwar Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan). Video yang dikirimkan mendapatkan penghargaan sebagai Video terbaik pertama kategori Video Klip Lagu dan terbaik ketiga kategori video STEM. Sebuah prestasi yang luar biasa mengingat event ini diikuti oleh berbagai sekolah dasar di seluruh Indonesia dengan 213 video yang telah dikirimkan ke panitia penyelenggara. Pencapaian yang patut disyukuri setelah kerja keras selama 2 minggu mulai dari pembuatan konsep, pengambilan video hingga editing. Sebuah kerja sama tim yang luar biasa dengan waktu yang terbatas, meskipun demikian tidak boleh cepat puas dan harus terus belajar untuk selalu menjadi lebih baik.






Sabtu, 14 November 2020

SOSIALISASI NAPZA DAN TATA TERTIB BERLALU LINTAS



      Salah satu penguatan pendidikan karakter SDUA yaitu melalui Sosialisasi Napza dan Tata Tertib berlalu lintas. Tujuan dari kegiatan sosialisasi yaitu agar para alumni SDUA kelak bisa bebas dari narkoba, menjadikan anak yang sholih sholihah, bisa membawa nama baik agama, sekolah, keluarga, serta tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas. Selain itu juga harapan dari kegiatan sosialisasi yaitu menjadikan anak-anak yang mampu unggul, terbebas dari narkoba serta paham bagaimana cara berlalu lintas dengan baik.

     Kegiatan sosialisasi Napza dan Tata Tertib lalu lintas ini laksanakan melalui zoom meeting untuk mengantisipasi penyebaran virus yang semakin meluas. Peserta kegiatan sosialisasi ini ditujukan untuk siswa siswi kelas VI beserta bapak ibu wali siswa. Acara berlangsung pada hari jum’at (13/11) selama kurang lebih 2 jam mulai pukul 15.30 -17.30 WIB yang disampaikan oleh Bapak Iptu Sudiasih selaku KBO Sat Binmas Polres Bantul. Beliau menyampaikan sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya narkoba di kalangan pelajar.

Selain itu juga beliau menyampaikan peran orangtua di rumah dalam mendampingi anak-anak di rumah yaitu: 

1.      Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan

2.      Keteladanan dari ortu

3.     Menciptakan keluarga yang harmonis

    Selain memberikan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, bapak Iptu Sudiasih juga menyampaikan tentang disiplin berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Acara yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut dapat berlangsung deengan lancar dan seluruh materi dapat tersampaikan dengan baik, hal ini terbukti dari antusiasme para siswa yang mengikuti acara tersebut. 

 

 

Rabu, 11 November 2020

DENGAN PROTOKOL KESEHATAN, APEL PERINGATAN HARI PAHLAWAN BERLANGSUNG KHIDMAT

 



SD Unggulan ‘Aisyiyah bantul melaksanakan apel pagi dalam rangka peringatan Hari Pahlawan Tahun 2020 di Halaman SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul, Selasa (10/11). Apel pagi diikuti oleh seluruh guru dan karyawan dengan protokol kesehatan covid-19. Seluruh peserta apel mengenakan masker dan tetap jaga jarak. Meskipun dalam kondisi seperti ini, apel peringatan Hari Pahlawan berlangsung secara khidmat.




            Apel peringatan Hari Pahlawan dimulai pukul 08.00 dengan Pembina apel Drs. Edy Sutrisno, M.Pd. Kabid SD Disdikpora Kab. Bantul. Dalam moment ini beliau menyampaikan agar semangat kepahlawanan selalu dimiliki oleh setiap individu, selaras dengan tema Hari Pahlawan 10 November 2020 yaitu “Pahlawanku Sepanjang Masa”.



            Jika dahulu para pejuang dapat merebut dan mempertahankan kemerdekaan meskipun hanya bermodalkan bambu runcing, maka tidak ada alasan bagi generasi muda untuk berdiam diri. Keterbatasan bukanlah halangan untuk tetap berkarya memberikan yang terbaik sesuai bidang masin-masing. Dengan semangat pahlawan dalam diri, mari berikan yang terbaik untuk Indonesia yang lebih baik.  Setiap orang dapat menjadi pahlawan dengan turut serta mengisi kemerdekaan dengan karya positif yang bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara. Selamat Hari Pahlawan, Pahlawanku Sepanjang Masa.


Selasa, 20 Oktober 2020

Mendidik Kids Zaman Now

Pendidikan hakekatnya salah satu proses untuk memfasilitasi pembelajaran, akuisisi, pengetahuan, ketrampilan, kepercayaan, dan kebiasaan individu. Pendidikan diharapkan mampu membantu individu menghadapi tantangan hidup di masa depan. Apalagi mendidik anak-anak pada masa kini, mempunyai tantangan tersendiri. Dengan lahirnya “kids zaman now” menuntut guru harus lebih kreatif dan inovatif lagi agar tidak tertinggal dengan generasi muda masa kini.

Istilah “kids zaman now” mungkin tak  asing di telinga kita. Entah siapa yang mulai mempopulerkannya. Istilah ini banyak disebut di berbagai media sosial. Dengan mencampur bahasa Inggris dan Indonesia frase “kids zaman now” menjadi unik. Keunikan ini menjadikannya populer di kalangan generasi muda. Generasi ini memang terkesan suka latah. Istilah yang unik sering disebut di berbagai kesempatan.

Kidz zaman now digambarkan sebagai generasi yang terlalu cepat dewasa, terlalu cepat berdandan, terlalu cepat bergaul, bahkan sudah mengenal istilah pacaran. Walaupun dalam kenyatannya, tidak semua anak berperilaku sebagai “kids zaman now”. Masih ada sebagian anak yang berperilaku baik dan wajar. Namun yang dikhawatirkan, anak-anak tersebut akan ikut terkontaminasi.

Ini adalah tantangan besar para pendidik di Indonesia.Anak-anak tersebut adalah generasi penerus negeri ini. Apa jadinya masa depan bangsa jika mayoritas generasi muda disibukkan dengan hal-hal yang kurang berfaedah bahkan menjerumuskan mereka dalam kerusakan.

Maka, dunia pendidikan memiliki peranan penting untuk memanifestasikan hal ini. Karena generasi muda saat ini tentu berbeda dengan generasi masa lalu. Generasi ini lahir di zaman kemajuan teknologi informasi. Gadged dan berbagai kemudahan berbasis aplikasi tak lepas dari tangan mereka. Lantas, apakah cara mendidik mereka dengan cara dididik zaman dulu? Tentu saja berbeda dengan kita. Cara mendidiknya pun tentu berbeda.

Menjadi pendidik atau guru bagi mereka, tentu saja harus bisa ikut merubah pola pikir dan sudut pandang. Pertama adalah merubah cara berkomunikasi dengan mereka. Tidak perlu terlalu banyak menasehati, namun berdiskusi secara asyik sebagai sahabat anak, sehingga anak nyaman bersama gurunya.

Ciptakan suasana pembelajaran yang tidak membosankan. Seperti menurut Ki Hajar Dewantara, “jadikan Semua Tempat itu Kelas dan Semua Orang itu Guru”, sehingga belajar tidak hanya terpaku di ruang kelas. Pendidikan karakter lebih diutamakan, lewat contoh dan melalui kegiatan yang membiasakan siswa mengarah pada “olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga”. Guru wajib memberikan pembiasan-pembiasaan positif pada siswa di lingkungan sekolah. Tak hanya lingkungan sekolah tapi juga lingkungan sekitarnya.

Kedua dituntut untuk selalu update dengan beragam teknologi terutama media sosial yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Selanjutnya, tingkatkan komunikasi dengan keluarga, karena bagaimanapun Pendidikan seorang anak berawal dari keluarga, sehingga dengan komunikasi yang baik, bisa satu visi dalam mendidik anak. Pahami juga lingkungan dan masyarakat dimana anak tinggal.

Ketiga, yang paling fundamental yaitu menanamkan nilai-nilai keimanan yang menjadi dasar dalam menjalankan aktivitas kehidupan. Ingatkan selalu bahwa setiap apa yang kita lakukan selalu akan diminta pertanggungjawaban dan selalu ada konsekuensi dari setiap pilihan-pilihan. Sibukan kembali siswa dengan aktivitas keagamaan. Kita cetak IMUN dengan IMAN. Kita bekali siswa iman yang kuat dengan aktivitas keagamaan, sehingga mereka memiliki imun yang kuat dari berbagai serangan.

Kita para pendidik tentunya berharap, generasi muda kita memiliki daya saing tinggi di masa depan. Disaat persaingan global semakin terasa, kita berharap generasi muda mampu memenangkannya. Jangan sampai kita menjadi tamu negeri sendiri.

Selasa, 06 Oktober 2020

Bagaimana Supaya Anak-Anakku Belajar dengan Gembira?

 

Oleh : Elfi Baroroh, S.Si

            Menjadi seorang guru adalah salah satu cita-cita di antara sekian cita-cita yang sempat terbersit dalam benak. Berbekal ilmu murni non pendidikan di universitas tertua, dikabulkanlah diri ini menjadi guru di SD Unggulan Aisyiyah Bantul. Sebagai rasa syukur diri, maka diri ini selalu belajar bagaimana menjadi seorang guru. Belajar dari lingkungan, dari orang tua, dari teman, dari siapa pun yang dijumpai, dan juga belajar secara formal tentang ilmu pendidikan.

Satu pertanyaan yang selalu melekat adalah bagaimana supaya anak-anakku belajar dengan gembira? Orang tua akan senang dan bahagia ketika di rumah bisa mendengarkan pengalaman-pengalaman menarik yang dijumpai buah hatinya di sekolah. Hal inilah yang mendorong saya berusaha menggembirakan anak-anak dalam belajar. Mulai pagi hari berjumpa dengan anak-anak, selalu saya tanyakan apa kabar mereka, apakah mereka sudah sarapan pagi sehingga mereka punya cukup energi untuk aktivitas belajar, sudahkah mereka shalat subuh sehingga mereka terbiasa menjalankan rukun Islam, sudahkah mereka wudu sebelum berangkat ke sekolah sehingga Allah dan malaikat-Nya akan menjaga mereka, sudahkah mereka pamit pada orang tua sehingga mereka akan mendapatkan restu, sudahkah mereka berdoa saat  bangun tidur sehingga mereka terbiasa berterima kasih pada Allah karena sudah dibangkitkan kembali dari mati kecil, sudahkah mereka berdoa saat akan berangkat ke sekolah sehingga Allah akan melindungi mereka, dan pertanyaan-pertanyaan bermakna lainnya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantu saya mengondisikan psikis anaka-anak sehingga mereka merasa gembira. Pertanyaan-pertanyaan tersebut juga akan mengondisikan saya bahwa seorang guru tidak hanya transfer pengetahuan, namun juga transfer pembiasaan baik dalam pembentukan karakter.

Selanjutnya dalam pembelajaran pun diperlukan cara terbaik untuk setiap materi. Cara-cara yang menarik bagi anak-anak yang biasa saya berikan adalah dengan membuat teka-teki silang sesuai materi yang diajarkan. Anak-anak akan mengisi teka teki itu dengan antusias. Mereka akan lebih gembira apabila hasil pekerjaan mereka saya pajang di papan pajangan karya siswa. Masih dalam pembelajaran, saya biasa menggunakan lagu sebagai jembatan keledai untuk menyampaikan materi yang sifatnya mengingat. Lagu “Dua Mata Saya” saya gunakan untuk menampaikan materi sumber energi.

Sumber Energi

(lagu Dua Mata Saya)

 

Sumber energi itu ada macam-macam

Ada matahari, gas, dan minyak bumi

Batu bara baterei dan juga makanan

Masih ada lagi air serta angin

 

Contoh lagu lainnya yang saya gunakan ketika saya menyampaikan materi kegiatan ekonomi  adalah lagu “Kalau Kau Suka Hati”

Kegiatan Ekonomi

(Lagu Kalau Kau Suka Hati) 


Kegiatan apakah membuat barang….(produksi)

Kegiatan apakah menyalurkan barang ….(distribusi)

Kegiatan apakah memakai menggunakan barang-barang kebutuhan kita ….(konsumsi)

Siapakah yang membuat barang …..(produsen)

Siapakah yang menyalurkan barang …..(distributor)

Siapakah orang yang memakai mengggunakan barang-barang kebutuhan kita…..(konsumen)

Selain menggunakan lagu, saya juga mencoba menggunakan kuis sebagai password mereka pulang. Kuis berupa pertanyaan-pertanyaan berkaitan dari materi yang sudah diajarkan dalam hari tersebut. Tak lupa saya menanyakan perasaan mereka saat menutup pelajaran menjelang kepulangan mereka.

            Itulah salah satu pengalaman mengajar  saya sehingga anak-anak belajar dengan gembira. Untuk beberapa pengalaman yang lain mungkin lain kali bisa dibagi kepada para pembaca insya Allah.