Senin, 21 September 2020

TANAMKAN SIFAT KEJUJURAN DARI PENILAIAN TENGAH SEMESTER (PTS) SECARA ONLINE


Pembelajaran Semester Gasal Tahun Pelajaran 2020/2021 di SD Unggulan Aisyiyah Bantul yang dimulai sejak tanggal 13 Juli 2020 tetap berlangsung di tengah wabah Covid-19 di Indonesia. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan secara daring. Tak hanya belajar di rumah, para siswa siswi juga harus menjalani Penilaian Tengah Semester (PTS) secara online di rumah masing-masing. Di sinilah nilai-nilai kejujuran anak benar-benar diuji. Tidak ada pengawasan dari guru saat siswa mengerjakan soal dengan metode dalam jaringan (daring). Hanya bermodal kepercayaan kepada orang tua untuk membantu mengawasi. Ujian secara online di masa pandemi menjadi pengalaman tersendiri bagi siswa dan orang tua.

Pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) dimulai tanggal 21-28 September 2020 sesuai kalender akademik. Teknis pelaksanaan ujian sangat berbeda ketika sebelum pandemi Covid-19. Sebelum ujian, siswa dan orang tua mendapat pengumuman lewat grup WhatsApp (WA) siswa maupun orang tuanya berupa jadwal Penilaian Tengah Semester (PTS) serta kunci sukses menghadapi PTS. Selain itu selama pelaksanaan PTS Gasal, sekolah menghimbau anak-anak kelas 1-6 agar:

🔖Menyiapkan ruang khusus untuk mengerjakan PTS, sehingga ananda lebih konsentrasi dalam mengerjakan.

🔖 Sarapan terlebih dahulu.

🔖 Memakai seragam sekolah sesuai jadwal ketika mengerjakan PTS.

🔖 Mengerjakan soal secara mandiri, orang tua hanya mendampingi. Bagi siswa kelas 1, soal masih boleh dibacakan.

🔖 Jangan lupa berdoa sebelum mengerjakan soal.

🔖 Ambil foto diri saat mengerjakan PTS, kemudian kirim ke guru kelas/pendamping.

Tujuan Penilaian Tengah Semester secara daring ini yaitu untuk mengantisipasi penyebaran virus corona sehingga seluruh aktivitas yang menimbulkan kerumunan dapat dihindari. Teriring doa untuk seluruh siswa SD Unggulan Aisyiyah Bantul semoga dimudahkan dan dilancarkan mengerjakan PTS Gasal serta mendapatkan hasil yang terbaik.

Jumat, 18 September 2020

GENERASI SEHAT, GENERASI HEBAT

 

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Unggulan Aisyiyah Bantul

Pemberian imunisasi sejak usia dini sangatlah penting untuk pembentukan daya tahan tubuh anak. Imunisasi diberikan dengan tujuan agar anak terhindar dari penyakit di kemudian hari. Imunisasi akan merangsang pembentukan sistem kekebalan tubuh. Dengan terbentuknya sistem kekebalan tersebut maka ketika ada bibit penyakit yang mencoba masuk, tubuh akan melawannya secara otomatis. Inilah pentingnya imunisasi diberikan pada anak agar senantiasa terjaga dan terhindar dari penyakit. Ada berbagai macam pilihan vaksin yang dapat diberikan ketika imunisasi. Misalnya Vaksin Hepatitis B (HB), Vaksin Polio, Vaksin BCG, Vaksin DTP, dan lain-lain sesuai dengan fungsi dan manfaat masing-masing.

SD Unggulan Aisyiyah Bantul telah menyelenggarakan imunisasi MR bagi kelas 1 serta imunisasi HPV bagi siswi kelas 5 dan 6 (Kamis, 17/9). Mengingat adanya pandemi Covid-19, imunisasi dilaksanakan dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat. Prosedur yang dilakukan meliputi: (1) Wali dan siswa datang ke SDUA; (2) Cuci tangan dengan sabun; (3) Pengecekan dan screening suhu tubuh; (4) Menuju ruang pemberian imunisasi; (5) Setelah imunisasi langsung pulang agar tidak terjadi kerumunan.



          

         


Imunisasi kali ini diadakan dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). BIAS juga diselenggarakan di seluruh sekolah dasar di Indonesia. Kegiatan berlangsung dengan sistem terjadwal dan bergiliran dengan petugas kesehatan dari Puskesmas setempat. Dalam hal ini, SD Unggulan Aisyiyah Bantul bekerja sama dengan Puskesmas Bantul II. Kegiatan berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala.



Kamis, 17 September 2020

PROGRAM TAHSIN GURU & KARYAWAN SD UNGGULAN AISYIYAH BANTUL DI TENGAH PANDEMI

 


Masa pandemi Covid-19 yang saat ini berdampak di berbagai sektor dan kehidupan sosial masyarakat. Aktivitas masyarakat sangat dibatasi mulai dari aktivitas ekonomi, sosial, budaya hingga pendidikan. Sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kehidupan sosial masyarakat pun juga mulai berubah dengan hadirnya berbagai aturan baru yang disebut dengan new normal atau hidup normal gaya baru. Berbagai aturan protokol kesehatan seperti memakai masker dan rutin mencuci tangan dengan sabun serta menjaga jarak minimal dua meter menjadi hal baru yang harus dijalankan oleh masyarakat.

Selama pandemi, guru-guru SD Unggulan Aisyiyah Bantul praktis tidak melaksanakan KBM tatap muka langsung dengan siswa. Pembelaran dilaksanakan secara online atau daring dengan menggunakan berbagai platfom pendukung. Di sela-sela pembelajaran online, sekolah  mengadakan program tahsin bagi bapak ibu guru dan karyawan. Kegiatan dilaksanakan setiap hari rabu mulai pukul 09.00-11.00 yang dibimbing oleh Ustadz M. Nur. Yazid dari Angkatan Mubaligh Muda Yogyakarta (AMMY) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang baik. Tujuan dari kegiatan ini untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Quran bapak ibu guru maupun karyawan sehingga kemudian dapat menyampaikan ilmu yang benar kepada para siswa. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan agar bacaan Al-Quran para guru maupun karyawan semakin baik sehingga bacaan para siswa juga akan memiliki kualitas yang baik.

Rasulullah SAW bersabda:

اقرأوا الْقُرْآن فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْم الْقِيَامَة شَفِيعًا لأَصْحَابه - رواه مسلم

“Bacalah Al-Quran, kelak ia akan datang di Hari Kiamat memberi syafaat kepada para pembacanya.” (HR. Muslim).



Jumat, 11 September 2020

SEMANGAT HAORNAS DITENGAH PANDEMI COVD-19

 

Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) yang jatuh pada tanggal 9 September biasa diperingati dengan melaksanakan berbagai macam perlombaan olahraga. Tampak berbeda peringatan HAORNAS tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Tahun ini memasuki perayaan yang ke-37.

Perbedaan yang pertama adalah peringatan HAORNAS tidak bisa membersamai dengan siswa siswi SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul. Peringatan HAORNAS tahun ini mengadakan gowes sepeda bareng dengan bapak ibu guru karyawan. Olahraga bersepeda menjadi pilihan menarik sebab bermanfaat bagi kesehatan serta dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran virus corona. Jaga jarak dan pakai masker. Juga menghindari interaksi secara langsung.


Titik kumpul kegiatan gowes di Gedung Selatan SDU yang biasa digunakan untuk upacara bendera. Kegiatan gowes dimulai pukul 07.30 dan tiba kembali pukul 10.15 WIB. Adapun rute yang dilalui yaitu melewati desa ringinharjo (SDUA kebarat) – gesikan – mangir - jembatan sesek - kamijoro - makam sewu dan kembali ke SDU melewati pintu barat.

Setelah semua tiba di SDU, bapak ibu guru karyawan menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh tim konsumsi kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize sambil diselingi dengan hiburan.






Sabtu, 05 September 2020

SIDANG KELAS UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA KELAS VIA ABU HURAIRAH SD UNGGULAN AISYIYAH BANTUL


  (oleh : Anang Purwianto, S.Pd.Gr.)

A.   Pendahuluan

 Pendidikan karakter sangat urgen diterapkan di sekolah. Sebagaimana telah diamanahkan dalam Undang undang no. 20 tahun 2003 pasal 3 bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kratif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Demikian juga di SD Unggulan Aisyiyah Bantul, pendidikan karakter diterapkan dengan berbagai pembiasaan dan program.

Salah satu program pendidikan karakter yang ingin penulis angkat adalah Sidang Kelas. Ya.. seperti semacam sidang pada umumnya dengan berbagai unsur sidang namun dilaksanakan di kelas. Guru sebagai hakim. Kemudian para siswa ada yang menjalanai posisi sebagai tersangka, saksi, korban, pembela, penuntut, dan penonton sidang. Ada gelar perkara, pengajuan tuntutan, keterangan saksi, pembelaan. Kemudian berdasar fakta persidangan, guru selaku hakim memutuskan perkara. Siswa juga dapat mengajukan keberatan seandainya belum menerima keputusan sidang.

B.   Karakter yang dapat dicapai melalui sidang kelas

Dalam interaksi pergaulan sesama siswa, sering sekali terjadi perselisihan, penghinaan, bullying, atau tindakan anarkhis siswa yang merugikan atau merusak sarana prasarana sekolah. Sejauh ini tindakan guru dalam menangani berbagai persoalan tersebut masih sebatas menerima, memanggil para siswa yang terlibat, memberi nasihat dan diakhiri dengan saling meminta maaf. Meski apa yang sudah dilakukan para guru tersebut sudah cukup mengatasi persoalan namun penulis merasa akan lebih banyak manfaat yang diperoleh para siswa jika permasalahan tersebut diangkat dalam persidangan kelas. Berikut beberapa pendidikan karakter yang dapat ditanamkan kepada siswa:

1.            1. Adil

Siswa yang menjadi pelaku ataupun korban akan sama-sama mendapatkan keadilan. Siswa pelaku akan mendapatkan hukuman sesuai porsi kesalahannya. Sedangkan siswa korban akan menerima kembali apa yang menjadi haknya dan sekaligus mendapatkan rasa keamanan.

 

2.    2. Lapang dada

Ketika keputusan ditetapkan maka baik siswa pelaku dan korban akan sama sama berlapang dada dengan keputusan yang dibuat. Siswa pelaku berlapang dada menerima sanksi yang dilakukan. Sedangkan siswa korban berlapang dada dalam memaafkan kesalahan temannya.

3.    3. Jujur

Dalam setiap sidang, para siswa menyampaikan keterangan dan menjawab pertanyaan dengan jujur. Kejujuran ini lebih terjamin karena siswa terlebih dahulu bersumpah dan setiap jawabannya akan dapat dikonfirmasi dengan para saksi yang lain.

4.    4. Tanggung-jawab

Melalui sidang kelas, siswa dapat belajar bahwa setiap perbuatan ada konsekuensi yang harus diterima dan dipertanggungjawabkan. Siswa juga memahami bahwa besar kecil kesalahan akan berbanding dengan besar kecil hukuman.

5.    5. Menghargai orang lain dan menumbuhkan sikap demokratis

Sidang kelas memberi setiap siswa berhak menyampaikan pendapat sementara siswa lain mendengarkan. Hal ini dapat menumbuhkan sikap menghargai orang lain yang sedang berbicara dan menumbuhkan budaya demokratis. Sehingga siswa sadar bahwa mereka berhak mengemukaan pendapat.

C.   Sidang kelas sebagai mekanisme kontrol perilaku sosial siswa

Efek lebih jauh dari penerapan sidang kelas adalah siswa akan selalu befikir beberapa kali seandainya akan melakukan suatu kesalahan. Siswa merasa khawatir apabila perbuatan kesalahan yang dilakukan akan dilaporkan dan disidangkan. Sehingga pada akhirnya siswa menjadi lebih tertib dan dapat meminimalisir perselisihan dan tindakan anarkhis yang merugikan orang lain.

Sidang kelas juga dapat menimbulkan efek malu kepada para siswa pelaku dan menimbulka efek jera sehingga tidak akan mengulangi lagi kesalahan tersebut. Mengapa? Karena Sidang kelas akan mengungkap bukti, mendengarkan keterangan saksi secara jujur. Semua fakta persidangan dapat diketahui oleh para siswa lain yang hadir di sidang kelas.  Ini juga menyadarkan kepada siswa untuk mampu menjalin interaksi sosial dengan warga sekolah secara baik.

D.   Sidang kelas beretika

Sesuai dengan tujuannya untuk membentuk karakter, sidang kelas perlu memerhatikan masalah-masalah yang dapat diangkat dalam persidangan. Mengingat dampak psikologis bagi siswa, sidang kelas tidak perlu mengangkat permasalahan terkait privasi siswa dan latar belakang keluarga. Akan tetapi untuk permasalahan yang bersifat umum, berdampank luas, dan dapat sebagai pembelajaran bersama bagi para siswa lain maka permasalahan tersebut layak untuk disidangkan. Beberapa permasalahan yang pernah diangkat dalam sidang kelas di kelas 6A Abu Hurairah : perselisihan siswa, perusakan fasilitas sekolah, dan penggunaan gadget yang keliru. Sidang kelas juga dapat digunakan guru untuk memberi nasihat, arahan, motivasi, ataupun larangan kepada siswa supaya dapat berkata, berpenampilan, dan berperilaku yang santun berakhlakul karimah.

Senin, 17 Agustus 2020

SARASEHAN BERSAMA DALAM RANGKA HUT RI KE 75


‘’MENGGAPAI ASA BERSAMA, DITENGGAH BADAI COVID 19”

Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di SD Unggulan Aisyiyah Bantul selalu menggema di seluruh warga sekolah. Perayaan yang telah terencana dan tertata dengan rapi seakan mengemas sejuta kenangan yang benar benar melekat di hati dan sanubari. Mulai dari pelaksanaan upacara bendera hingga mengikuti berbagai kegiatan lomba di Kabupaten Bantul. Tentu untuk menjadi yang lebih baik dari tahun tahun sebelumnya membutuhkan persiapan yang tidak singkat. Keuletan dan kegigihan dari berbagai pihak Alhamdulillah mampu mempersembahkan berbagai kegiatan dan prestasi yang luar biasa.

Berbeda dengan tahun ini, ditengah badai covid-19 Peringatan HUT KEMERDEKAAN RI yang ke 75 tahun kita laksanakan dengan penuh rasa prihatin. Dampak dari pandemi ini telah kita rasakan bersama-sama. Mari sebagai pendidik, kita harus bisa menjadikan siswa yang berprestasi bukan hanya dari akademik saja namun memiliki jiwa tangguh dan memperjuangkan rasa kepedulian dilingkungan kita. Yaitu dengan cara menegakkan dan menjalankan protokol kesehatan sebagai wujud perjuangan kita agar pandemi ini segera berakhir. Dimulai dari diri kita, keluarga kita, sekolah kita dan bangsa kita semoga segera terbebas dari pandemi ini.

Hari kemenangan yaitu hari kemerdekaan telah kita nikmati. 75 tahun yang lalu para pahlawan kita telah berjuang untuk meraih kemerdekaan ini. Kini sudah saatnya kita meneruskan jiwa berjuang mereka. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk bangsa kita tercinta ini. Salah satunya adalah mendidik anak-anak mencapai asa dan meraih cita-citanya setinggi langit. Dengan semangat dan tekad bersama kita harus bisa menjadi insan yang bermanfaat untuk orang lain disekitar kita dan untuk Indonesia seutuhnya. Bukan lelah dan letih yang kita rasakan, namun harumnya kemerdekaan ini telah berkibar dari sabang sampai merauke. Salam,,,,,“MERAH PUTIHKU”.

 


 

Minggu, 16 Agustus 2020

Sayembara Literasi Online, Pandemi Bukan Penghalang

 


Pada masa pandemi covid-19 ini, para siswa banyak berkegiatan di rumah, termasuk proses pembelajaran pun dilakukan secara daring. Perpustakaan yang biasanya ramai dikunjungi siswa. Untuk sementara, tidak dapat melakukan pelayanan seperti biasa. Oleh karena itu, untuk mendukung kegiatan belajar di rumah secara mandiri, perpustakaan juga berusaha menumbuhkan minat baca dan menulis siswa. Salah satunya dengan mengadakan perlombaan yang dikemas dalam kegiatan “Sayembara Literasi Online. Kegiatan ini sekaligus sebagai media untuk memperingati dan menyemarakkan HUT RI ke-75 dengan mengusung tema “Berkarya dengan Semangat 45 di Tengah Pandemi Covid-19".

Beberapa kategori perlombaan yang masuk dalam event ini diantaranya lomba deskripsi gambar, menulis karangan, poster, baca puisi, dan mendongeng. Semuanya bertema “Kepahlawanan atau Hari Kemerdekaaan”. Kecuali untuk lomba menulis karangan bertema “Kebanggaan terhadap Bantul”. Adapun pengumpulan karya dilakukan secara online melalui link yang sudah tertera di flyer yang bisa diakses melalui Instagram @sduabantul dalam rentan waktu 10 hari mulai tanggal 3 Agustus s.d. 12 Agustus 2020. 

Pemenang lomba akan diumumkan saat acara Sarasehan Online Keluarga Besar SD Unggulan Aisyiyah Bantul dalam rangka memperingati HUT ke-75 RI pada tanggal 17 Agustus 2020. Meskipun pelaksanaan secara online, siswa sangat antusias mengikuti event ini. Hal ini dibuktikan dengan jumlah peserta lomba yang mencapai kurang lebih 250 siswa untuk keseluruhan lomba.